Jumat, 26 Juni 2015

PENGUMUMAN JUARA 1, 2 DAN 3 EVENT TRILOGI PUISI LAYAKKAH AKU JADI PENGHUNI SURGA? TRILOGI PUISI “DOA SANG PENDOSA” SEASON 1 TANGGAL 10 – 23 JUNI 2015



BERDASARKAN RIMA YANG TRANSENDEN, KESELARASAN ANTARA JUDUL, BARIS, DAN BAIT DENGAN TEMA PUISI YANG DIANGKAT. DIPUTUSKAN BAHWA JUARA 1, 2 DAN 3 EVENT TRILOGI PUISI RELIGI LAYAKKAH AKU JADI PENGHUNI SURGA? TRILOGI PUISI “DOA SANG PENDOSA” SEASON 1 TANGGAL 10 – 23 JUNI 2015 ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

1. Juara Pertama diberikan kepada Nurmasari (Cahaya Magrib) dengan judul puisi Untaian Doaku.

Berhak mendapatkan:
* Voucher Penerbitan Transenden senilai Rp 150.000,-
* 1 Buku Antologi Puisi Tunggal Tragedi Cinta AIRA ATLANTIS Season 1: Trilogi Puisi “Sepenggal Kenangan yang Hilang”.


UNTAIAN DOAKU

Dalam keheningan gelap petang aku terjaga
Melayangkan pikir akan dosa yang berjelaga
Memilin jutaan sesal yang menimpa diri
Mencerca khilaf yang tercipta tak terperi.

Ku pandangi diri yang nista, berlumur dosa
Menguntai doa pada-Nya sambil meminang asa
Pantaskah sang pendosa ini menghuni surga?
Sedang ribuan dosa telah memadati raga.

Ya Allah, terangi hatiku dengan pelita
Terimalah tobatku ini wahai Sang Pencipta
Ampuni segala dosa jiwa dan raga
Izinkan aku mereguk betapa indahnya surga.


Quatrain aabb Transenden (Sajak 4 Seuntai)

Serang, 19 Juni 2015


2. Juara Kedua diberikan kepada Heru Winata (Heroe Wine) dengan judul puisi Menepi.

Berhak mendapatkan:
* Voucher Penerbitan Transenden senilai Rp 100.000,-
* 1 Buku Antologi Puisi Tunggal Tragedi Cinta AIRA ATLANTIS Season 1: Trilogi Puisi “Sepenggal Kenangan yang Hilang”.


MENEPI

Tertatih memapah setulang raga
Sebujur jasad hitam menjelaga
Tersesat di luas padang dahaga
Mencari setitik terang cahaya surga

Seribu bukit kemunafikan telah ia daki
Seluas lembah keyakinan telah ia maki
Hingga ia terlena dalam lautan dosa yang hakiki
Lalu ia terdampar di dermaga tak berkaki

Dan tubuh itu merebah pasrah
Terbaring di tepi liang tak berdarah
Berselimutkan sesal berbantal zirah
Mengeja pinta berkidung fitrah

Dan biarkan ia tertidur dalam kelelahan
Lalu terlelap secara perlahan
Mendengkur dalam kepasrahan
Membuang segala rasa kegundahan


Quatrain aaaa Transenden (Sajak 4 Seuntai)

Bekasi, 21 Juni 2015


3. Juara Ketiga diberikan kepada I Made Suartana, S.Pd. (Madé Suar-Timuhun) dengan judul puisi Pasrah.

Berhak mendapatkan:
* Voucher Penerbitan Transenden senilai Rp 50.000,-
* 1 Buku Antologi Puisi Tunggal Tragedi Cinta AIRA ATLANTIS Season 1: Trilogi Puisi “Sepenggal Kenangan yang Hilang”.


PASRAH

Tuhan Yang Maha Kuasa
Kini aku sudah beranjak dewasa
Ampunilah atas segala dosa-dosa
Yang aku perbuat sepanjang masa

Selama waktuku masih tersisa
Usahaku untuk bertobat pasti bisa
Melakukan kebaikan agar terbiasa
Hingga kebahagiaan segera aku rasa

Semoga aku layak menghuni surga
Agar leluhurku di sana merasa bangga
Andai dosaku terlalu banyak tak terhingga
Aku pasrah neraka akan aku tempati juga


Quatrain aaaa Transenden (Sajak 4 Seuntai)

Bali, 13 Juni 2015


Nb:
* Voucher Penerbitan Transenden yang diberikan kepada juara 1, 2, dan 3 berlaku selama 3 bulan terhitung sejak voucher dibagikan.
* Voucher penerbitan tersebut tidak dapat diuangkan, dipindahtangankan atau diakumulasikan.
* Untuk pengiriman hadiah buku, ongkos kirim ditanggung oleh penerbit.


Bandar Lampung, 26 Juni 2015
Dirut Aira Atlantis Publishing

Edi Saputra, S.Pd. (Elank Tak Bersayap

PENGUMUMAN JUDUL PUISI YANG LOLOS SELEKSI EVENT TRILOGI PUISI RELIGI LAYAKKAH AKU JADI PENGHUNI SURGA? TRILOGI PUISI “DOA SANG PENDOSA” SEASON 1 TANGGAL 10 – 23 JUNI 2015


BERIKUT INI ADALAH PENGUMUMAN JUDUL PUISI YANG LOLOS SELEKSI TAHAP 1 DAN 2 DALAM EVENT TRILOGI PUISI RELIGI LAYAKKAH AKU JADI PENGHUNI SURGA? TRILOGI PUISI “DOA SANG PENDOSA” SEASON 1 PADA TANGGAL 10 – 23 JUNI 2015 DIURUTKAN BERDASARKAN ABJAD ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

1. AKU, HAMBA YANG BERTABUR NISTA, Karya Asep Sutriawan (Ki Pamanah Rasa).
2. AKU INSAN YANG DAIF, Karya Engku Fauziah (Senja Hitam).
3. AKU KEMBALI, Karya Nola Amalia (Nola Cinol).
4. AMPUNI AKU TUHAN, Karya Fepti Wahyuni (Dzakirah Talita Az-Zahra).
5. BULAN PENUH BERKAH, Karya Suyanto (Guntur Sipujangga).
6. BUTIRAN TASBIH, Karya Melati Puspitayati (Kinarya Asih).
7. CANGKANG PECAH, Karya Gagat Kawuryan (Panel Paralel).
8. DALAM GELAP KU BERSUJUD, Karya Ade Pratama (Dhepressive).
9. DALAM SUJUDKU, Karya Maryati (Maya Dewi Amor).
10. DENDANG DOSA MERADANG, Karya Anik Sujiati (Zikriani Putri).
11. DI SEPERTIGA MALAMKU, Karya Dewi Paramaswari (Dewy Rhama Sozza).
12. DOA DI UJUNG WAKTU, Karya Hertika (Hertika Hermansyah).
13. DOAKU, Karya Dewi Paramaswari (Dewy Rhama Sozza).
14. DOAKU, Karya Ega Saputra.
15. DOSA DAN PINTA, Karya Maryati (Maya Dewi Amor).
16. DOSAKU, Karya Budi Santoso.
17. HARAPAN AKAN HIDAYAH, Karya Herni Suharti (Fatmah Nisah).
18. INSAN KELAKAR MURKA BERTAHTA, Karya Ade Pratama (Dhepressive).
19. JANJI SANG PENDOSA, Karya Erwin Meilaska Dinata (Penghayal Berat).
20. JANJI SANG PENDOSA, Karya Rudi, S. Pd. (Pujangga Kelana).
21. JIWA ANGKARA, Karya Ronie Achmad (Romeo Suffer).
22. KARANG DOSA, Karya Ronie Achmad (Romeo Suffer).
23. KERAS MEMBEKU, Karya Mita Stiyani (Stiya Rinkichika).
24. KISAH SANG PENDOSA, Karya Nurmasari (Cahaya Magrib).
25. KU KETUK PINTU-MU, Karya Suyanto (Guntur Sipujangga).
26. LANTUNAN DOAKU, Karya Mita Stiyani (Stiya Rinkichika).
27. LAYAKKAH AKU JADI PENGHUNI SURGA?, Karya Edi Saputra, S.Pd. (Elank Tak Bersayap).
28. LAYAKKAH KU KETUK PINTU SURGA-MU? Karya Rumisih, M.Pd. (Rumisih Roem).
29. MAAFKU PADA-MU, Karya Rizka Amalia Hayati.
30. MANUSIA HINA, Karya Hermi Nurwulan.
31. MELUKAI WAKIL-MU, Karya Dahlia Riani (Rhainy Dahlia Kamikha).
32. MENEPI, Karya Heru Winata (Heroe Wine).
33. MENGETUK PINTU-MU, Karya Rumisih, M.Pd. (Rumisih Roem).
34. MENGETUK PINTU SURGA, Karya Hertika (Hertika Hermansyah).
35. MENGHARAP KASIH KARUNIAMU, Karya Harry Melly Yohanes.
36. MENGHARAP SURGA YANG KAU PUNYA, Karya Rudi, S.Pd. (Pujangga .Kelana).
37. MERAPAL NAMAMU, Karya Angelina Maria Meo (Teropong Bintang).
38. MUNAJAD BERKABUT BENCI, Karya Wahyudi Ramadhinata (Wahyudi Wak Uncu).
39. MUNGKINKAH AKU MENGHUNI SURGA-MU, Karya Asep Sutriawan (Ki Pamanah Rasa).
40. NAPAS TERAKHIRKU, Karya Debi Puspahade (Hadebook).
41. NODA MUNAJAT, Karya Dianis Nurwati (Detektif Anis).
42. OH, PENGUASA LANGIT DAN BUMI, Karya Meria M Napitupulu.
43. PANTASKAH?, Karya Yuyun Sukarsih.
44. PANTASKAH AKU?, Karya Mita Stiyani (Stiya Rinkichika).
45. PASRAH, Karya I Made Suartana, S.Pd. (Madé Suar-Timuhun).
46. RAGU, Karya Ulfatu Rohmah (Ulfa Rahma).
47. RENUNGAN DI TERIK SIANG, Karya Dinda Ayu Taufani Mahardika (Diata Ma).
48. RENUNGANKU, Karya Dahlia Riani (Rhainy Dahlia Kamikha).
49. RIDHO ILAHI, Karya Sultoni Slikhon (Pena Al-Munawwar).
50. RINDU IMAN, Karya Ivani Febiningtyas (Fivani Al-Wafa).
51. RINDU TUHAN, Karya Herni Suharti (Fatmah Nisah)
52. SAAT WAKTU TELAH TIBA, Karya Ishadi (Cantrik Aksara).
53. SAJADAH TAHAJUD, Karya Erwin Meilaska Dinata (Penghayal Berat).
54. SAJAK AKHIR HAYAT, Karya Rizka Amalia Hayati.
55. SANG PENDOSA, Karya Esra Freswita Ambarita (Ezra Freswita).
56. SANG PENDOSA, Karya Yusni Afrinda (Yuzni Azuera).
57. SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT, Karya Karya Edi Saputra, S.Pd. (Elank Tak Bersayap).
58. SEMOGA FITRAH MENJADI MILIK HAMBA, Karya Rudi, S. Pd. (Pujangga Kelana).
59. SESALKU PADAMU YA RABB, Karya Rizka Amalia Hayati.
60. SETELAH AKU MATI, Karya Ivani Febiningtyas (Fivani Al-Wafa).
61. SUNYI, Karya Nanda Iswara, S.Pd.I.
62. SURGA TERBAKAR, Karya Ade Pratama (Dhepressive).
63. TAK KUNJUNG KHATAM, Karya Gagat Kawuryan (Panel Paralel).
64. TERPURUK DI LEMBAH NISTA, Karya Rumisih, M.Pd. (Rumisih Roem).
65. TOBAT, Karya Yulianti (Julie Islaa).
66. TOBAT PENDOSA, Karya Beatrix P Lie.
67. TOBAT SANG PENDOSA, Karya Budi Santoso.
68. TUHANKU, Karya Meria M Napitupulu.
69. TUHANKU, AMPUN AKU, Karya Yulianti (Julie Islaa).
70. UNTAIAN DOAKU, Karya Nurmasari (Cahaya Magrib).
71. YANG AKU RINDUKAN HANYALAH SURGA, Karya Edi Saputra, S.Pd. (Elank Tak Bersayap).
72. YANG DIRINDU SURGA, Karya Dewi Paramaswari (Dewy Rhama Sozza).
73. YA TUHAN, Karya Budi Santoso.

Selamat untuk seluruh kontributor. Masing-masing akan mendapat e-sertifikat dan potongan 10 % dari harga umum jika membeli buku terbitnya.

Bandar Lampung, 26 Juni 2015.
Dirut Aira Atlantis Publishing

Rabu, 10 Juni 2015

EVENT TRILOGI PUISI RELIGI "LAYAKKAH AKU JADI PENGHUNI SURGA?" 10 - 23 JUNI 2015

Setelah menerbitkan buku antologi puisi tunggal dan antologi puisi bersama, Tragedi Cinta AIRA ATLANTIS Season 1 dan Season 2: Trilogi Puisi “Sepenggal Kenangan yang Hilang pada awal bulan Mei dan Juni. Untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. Lembaga Penerbitan Aira Atlantis Publishing yang menaungi Aliran Puisi Baru, kembali menyelenggarakan event trilogi puisi religi untuk buku antologi bersama Layakkah Aku Jadi Penghuni Surga? Trilogi Puisi “Doa Sang Pendosa” Season 1. Untuk syarat dan ketentuan event tersebut, adalah sebagai berikut:

A. Ketentuan Umum:

1. Event terbuka untuk umum, WNI di dalam dan di luar negeri tanpa dibatasi usia dan perbedaan agama. (selama tidak menyebabkan perselisihan antar agama).

2. Penerimaan karya puisi dibuka mulai Hari Rabu, tanggal 10 s/d 23 Juni 2015 pukul 18:00 WIB.

3. Berteman dengan akun facebook Elank Tak Bersayap (https://www.facebook.com/misterelank/)

4. Menyalin info event ini ke catatan facebookmu atau bisa dengan klik “bagikan” dan tag (tandai) 5 - 25 temanmu, agar semakin banyak yang tau informasi event ini.

5. Klik “Suka” pada Fanspage “ Aira Atlantis Publishing ” (https://www.facebook.com/AiraAtlantisPublishing/)

6. Bergabung dan menjadi anggota grup facebook AIRA ATLANTIS PUBLISHING For ALIRAN PUISI BARU pada link (https://www.facebook.com/groups/AiraAtlantisPublishing/) tempat posting puisi yang akan diikutsertakan dalam event.


B. Ketentuan Khusus:

1. Peserta event adalah “ANGGOTA RESMI” Aira Atlantis Publishing yang dibuktikan dengan Nomor Urut Keanggotaan Resmi, ID Card (Kartu Tanda Penguntai), dan Piagam Keanggotaan. Bagi yang belum memiliki Nomor Urut, ID Card, dan Piagam, untuk dapat mendownload formulir keanggotaan resmi pada link berikut: (https://www.facebook.com/download/1576358022612786/FORMULIR%20KEANGGOTAAN%20AIRA%20ATLANTIS%20PUBLISHING.docx/) dan mengembalikan formulir tersebut setelah biodata diisi lengkap berikut foto 3 x 4 cm melalui email (airaatlantis@gmail.com/) atau melalui inbox (https://www.facebook.com/misterelank/).

Atau bagi yang tidak memiliki PC/Laptop, dapat memberikan biodata melalui inbox seperti: 1. Foto 3 x 4 cm (formal ataupun gaya diperbolehkan), 2. Nama Lengkap, 3. Nama Pena, 4. Tempat dan TanggalLahir, 5. Agama, 6. Jenis Kelamin, 7. Alamat Lengkap beserta Kode Pos, 8. Motto, 9. Telepon (Handphone), 10. Black Berry Messenger, 11. Email, 12. Facebook, 13. Twitter, 14. Blog/Website, dan 15. Tujuan Bergabung,

2. Puisi bertema “Layakkah Aku Jadi Penghuni Surga?” yang bercerita tentang “Doa Sang Pendosa”. Dan jenis puisi adalah “Quatrain” (Sajak 4 seuntai, yang terdiri dari 4 baris dalam 1 baitnya). Untuk contoh puisi Quatrain Religi, dapat dilihat pada FansPage berikut (https://www.facebook.com/D.SangPendosa/)

3. Puisi berjumlah “minimal” 3 bait (3 x 4 = 12 baris) dan “maksimal” 5 bait (5 x 4 = 20 baris) belum termasuk judul dan titimangsa.

4. Sertakan titimangsa (tempat dan tanggal pembuatan puisi) di bawah puisi. Contoh (Bandar Lampung, 09 Juni 2015).

5. Tuliskan biodata narasi “maksimal” 100 kata yang berisi Nama Asli maupun nama pena, Tempat & Tanggal Lahir, Alamat lengkap beserta kode pos, dan prestasi dalam menulis (jika ada). Contoh:

Edi Saputra, S.Pd., adalah nama asli dari Elank Tak Bersayap. Lahir di Krui, 14 November 1986 silam. Beralamat lengkap di Jalan Pulau Sangiang Nomor 53 A Rt. 003 Lk. II, Kelurahan Sukarame Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kode Pos 35131. Dari kecil memang gemar menulis. Semenjak SMA hingga bangku kuliah pun aktif di berbagai organisasi sastra. Dari tahun 2014 hingga sekarang, penulis lebih fokus mengglobalisasikan kembali 8 jenis puisi baru (distikon, terzina, quatrain, quint, sextet, septima, tanza/oktav dan soneta) yang saat ini dikenal dengan istilah Aliran Puisi Baru.

6. Puisi diposting di beranda Grup AIRA ATLANTIS PUBLISHING For ALIRAN PUISI BARU, dengan menyertakan #LAJPS_Season1_NomorUrutKeanggotaan. Contoh: #LAJPS_Season1_0099.

7. Peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 3 karya puisi (masing-masing di hari yang berbeda) sesuai dengan syarat dan ketentuan di atas. Di luar syarat dan ketentuan, tidak akan ter-update (karya didiskualifikasi).

8. Peserta berikut judul puisi yang diikutsertakan dalam event, akan di-update secara berkala.

9. Puisi yang diikutsertakan dalam event hanya boleh ada di beranda grup Aira Atlantis Publishing for Aliran Puisi Baru. Apabila diketahui terdapat di tempat lain (catatan fb, grup lain, blog/website, dll) maka puisi tersebut didiskualifikasi.

10. Mohon kiranya untuk tidak melayangkan pertanyaan, karena informasi event telah dibuat dengan sejelas-jelasnya.

Reward:
Juara I: Mendapatkan 1 Buku Antologi Tunggal “Tragedi Cinta Aira Atlantis Season 1” + Voucher Penerbitan Transenden Senilai Rp 150.000,-
Juara II: 1 Buku Antologi Tunggal “Tragedi Cinta Aira Atlantis Season 1” + Voucher Penerbitan Transenden Senilai Rp 100.000,-
Juara III: 1 Buku Antologi Tunggal “Tragedi Cinta Aira Atlantis Season 1” + Voucher Penerbitan Transenden Senilai Rp 50.000,-

NB:
*Reward voucher penerbitan di atas tidak dapat diuangkan, dipindahtangankan, atau diakumulasikan. Berlaku 3 bulan setelah e-voucher dibagikan.
*Seluruh kontributor yang karyanya lolos mendapatkan e-sertifikat, dan apabila membeli buku terbitnya diberikan potongan 10 % sebagai pengganti royalti.

Bandar Lampung, 09 Juni 2015
Tim Aira Atlantis Publishing.

Senin, 08 Juni 2015

MARAKNYA PENERBIT ONLINE DAN LANGKAH MUDAH MENDIRIKAN LEMBAGA PENERBITAN

Di tahun 2015 ini, tidak asing lagi jika kita mendengar istilah penerbit buku sastra indie yang beroperasi secara online. Penerbit indie tersebut tersebar di berbagai jejaring sosial; mulai dari facebook (fans page maupun grup), twitter, instagram, BBM, maupun website (blogspot dan sejenisnya). Tetapi yang paling banyak adalah melalui facebook. Biasanya setiap komunitas sastra memiliki lembaga penerbitan sendiri, yang tujuannya tidak lain untuk memfasilitasi anggota komunitasnya dalam membukukan dan menerbitkan hasil coretannya baik berupa cerpen, puisi, novel, cermin, dan lain sebagainya.

Maraknya penerbit online tersebut bukan baru terjadi di tahun 2015 saja. Dari tahun-tahun sebelumnya memang penerbit online sudah mulai menjamur. Apa lagi mendirikan sebuah lembaga penerbitan terbilang mudah dan praktis (bagi yang sudah berpengalaman).

Langkah-langkah yang harus dan wajib dipersiapkan seseorang atau sekelompok orang yang ingin mendirikan lembaga penerbitan, antara lain adalah sebagai berikut:


1. Kelengkapan Lembaga Penerbitan

Kelengkapan lembaga penerbitan meliputi:
a. Pemilihan nama lembaga penerbitan yang memiliki nilai jual. Dalam artian, pemilihan nama mempunyai nilai plus tersendiri bagi penulis yang ingin menerbitkan buku kepada lembaga penerbitan tersebut.

b. Pemilihan logo lembaga penerbitan yang menjadi ciri khas yang tidak dimiliki lembaga penerbitan lainnya.

c. Pembentukan tim design grafis yang menangani editing, layout, tata letak, maupun men-design cover buku yang akan diterbitkan.


2. Survei Lapangan dan Persiapan Lanjutan

Survei lapangan dan persiapan lanjutan yang harus dan wajib dilakukan bagi yang baru ingin merintis dan mendirikan lembaga penerbitan di antaranya adalah sebagai berikut:
a. Mencari Kantor Notaris dan P.P.A.T. dengan tarif murah (Rp 500.000,- hingga Rp. 5.000.000,-) yang dapat memberikan Akta Notaris pendirian lembaga penerbitan baik berupa Unit Dagang (UD) untuk 1 orang owner, Commanditaire Vennontschap (CV) untuk minimal 2 orang owner, maupun Perseroan Terbatas (PT) untuk sekelompok orang.

b. Mencari tahu bagaimana cara mendaftarkan lembaga penerbitan yang telah memiliki akta notaris (legalitas hukum) ke Tim ISBN Perpustakaan Nasional Jakarta untuk mempermudah dalam mengurus pengajuan ISBN (International Standard Book Number) sebagai nomor resmi buku yang terdaftar di Perpustakaan Nasional Jakarta.

c. Memilih percetakan yang murah tetapi berkualitas. Terutama dapat diajak kerja sama. Mengingat buku yang nanti akan dicetak adalah Print On Demand. Yaitu buku akan dicetak sesuai dengan waktu dan banyaknya pesanan.

d. Memilih jasa pengiriman buku yang murah tetapi cepat sampai ke alamat tujuan. Dengan begitu biaya ongkos kirim tidak akan memberatkan calon pemesan buku.


3. Promosi

Setelah kita memiliki Akta Notaris pendirian lembaga penerbitan dan nama lembaga penerbitan telah resmi terdaftar sebagai penerbit di Perpustakaan Nasional Jakarta. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Promosi nama penerbitan sekaligus menyelenggarakan event kepenulisan online dengan reward yang fantastis dengan tujuan untuk mencari nama agar dapat dikenal luas oleh para penulis online.

b. Membuka paket penerbitan murah meriah tetapi berkualitas. Dalam artian bersaing secara sehat dengan penerbit online lainnya yang mematok harga di atas rata-rata.

c. Membuka program-program kerja baru dalam grup-grup komunitas online yang berada di bawah naungan lembaga penerbitan.


4. Menggapai Impian

Setelah poin 1, 2, dan 3 terlaksana dengan atau tanpa hambatan. Tinggal waktunya untuk menggapai impian. Menjadi seorang owner dari lembaga penerbitan yang dapat mewujudkan impian banyak orang adalah perbuatan yang mulia. Apa lagi jika tujuan utama dari pendirian lembaga penerbitan tidak lain untuk mewujudkan impian bersama. Titik puncak inilah yang dianggap sebagai waktunya untuk menggapai impian. Impian pribadi maupun impian bersama.


Nb:
Coretan di atas merupakan pengalaman-pengalaman pribadi penulis. Sehingga penulis dapat berbagi secara rinci mengenai langkah mudah mendirikan lembaga penerbitan buku sastra indie secara online melalui jejaring sosial. Semoga coretan ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan acuan untuk pembaca khususnya yang ingin mendirikan lembaga penerbitan.


Di bawah ini sekilas tentang lembaga penerbitan yang dikelola oleh penulis. Semoga bermanfaat.

AIRA ATLANTIS PUBLISHING
Aira Atlantis Publishing adalah Lembaga Penerbitan Buku Indie yang berada di bawah naungan CV. Aira Atlantis Publishing. Tujuan utama Aira Atlantis Publishing tidak lain adalah agar Sajak Transenden tetap lestari dan Aliran Puisi Baru mempunyai dasar hukum yang valid dan legal berdasarkan Akta Notaris yang berlaku di Indonesia.

CV. Aira Atlantis Publishing telah terdaftar di Kantor Notaris & P.P.A.T. Kota Bandar Lampung pimpinan Bapak FAHRUL ROZI, S.H., pada hari Kamis, 02 April 2015 dan telah didaftarkan di dalam buku daftar kepaniteraan Pengadilan Negeri Kelas I Tanjung Karang di Teluk Betung di bawah nomor 262 pada hari Senin, 06 April 2015.

Pada hari Senin, 20 April 2015; Aira Atlantis Publishing (CV) telah resmi terdaftar sebagai PENERBIT di Perpustakaan Nasional Jakarta, Jalan Salemba Raya 28 A Kotak Pos 3624 Jakarta 10002 - Indonesia.

Sekretariat pusat Aira Atlantis Publishing berada di Jalan Pulau Sangiang Nomor 53 A Rt. 003 Lk. II Kelurahan Sukarame Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung, Kode Pos 35131 dengan Nomor Telepon: 085768486608 dan 082306831122. Sementara sekretariat cabang berada di Jalan Lintas Barat Nomor 36 Desa Lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung, Kode Pos 34874 dengan Nomor Telepon 085669966992 dan 082376736767.

Buku yang pernah dan akan diterbitkan oleh Aira Atlantis Publishing adalah:
1. Antologi puisi tunggal Tragedi Cinta AIRA ATLANTIS Season 1: Trilogi Puisi "Sepenggal Kenangan yang Hilang" (terbit Mei 2015).
2. Antologi puisi bersama Tragedi Cinta AIRA ATLANTIS Season 2: Trilogi Puisi "Sepenggal Kenangan yang Hilang" (terbit Juni 2015).
3. Antologi puisi bersama Layakkah Aku Jadi Penghuni Surga? Trilogi Puisi "Doa Sang Pendosa" Season 1 (planning Juli 2015).
4. Sejarah dan Konsep Aliran Puisi Baru (planning Juli 2015).
5. Antologi puisi tunggal Diary Sajak Kehidupan (planning Agustus 2015).
(buku-buku terbitan Aira Atlantis Publishing dapat dicek secara online melalui isbn.pnri.go.id).



Jajaran kepengurusan lembaga penerbitan Aira Atlantis Publishing meliputi:
Direktur Utama: Edi Saputra, S.Pd. dengan nama pena Elank Tak Bersayap, berdomisili di Sukarame - Kota Bandar Lampung.
Wakil Direktur: Bagus Irawan, S.Pd. dengan nama pena Dent Baguz, berdomisili di Teluk Betung - Kota Bandar Lampung.
Pesero Komanditer: Andri Ahmad, S.Pd. dengan nama pena Pangeran KIPULA, berdomisili di Krui - Pesisir Barat Lampung.

Bandar Lampung, 07 Juni 2015
Penulis,

Edi Saputra, S.Pd. (Elank Tak Bersayap).

Kamis, 28 Mei 2015

TELAH TERBIT BUKU ANTOLOGI PUISI BERSAMA TRAGEDI CINTA AIRA ATLANTIS SEASON 2: TRILOGI PUISI "SEPENGGAL KENANGAN YANG HILANG"



KABAR GEMBIRA!!!
TELAH TERBIT BUKU ANTOLOGI PUISI BERSAMA
TRAGEDI CINTA AIRA ATLANTIS SEASON 2:
TRILOGI PUISI "SEPENGGAL KENANGAN YANG HILANG".

Harga Normal Rp 31.000,- (belum ongkir)
Harga Kontributor Rp 28.000,- (belum ongkir).

Untuk pemesanan: Silahkan konfirmasi melalui messenger (inbox) atau
via telepon/sms ke 085768486608 dan 082306831122.
Untuk pengiriman buku; cantumkan nama penerima, alamat (berupa jalan, nomor rumah, rt/rw, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, kode pos) dan cantumkan nomor telepon penerima.



Spesifikasi buku:

Tragedi Cinta AIRA ATLANTIS Season 2
Trilogi Puisi “Sepenggal Kenangan yang Hilang”

Penulis:
Dewy Rhama Sozza, Cahaya Magrib, Fivani Al-Wafa, dkk.

ISBN: 978-602-72572-1-4
Ukuran Buku: 14 cm x 21 cm
ix + 73 halaman

Penyunting:
Tim Aira Atlantis Publishing

Desain Sampul dan Tata Letak:
Edi Saputra, S.Pd.

Diterbitkan Oleh:
AIRA ATLANTIS PUBLISHING
Jalan Pulau Sangiang Nomor 53 A Rt. 003 Lk. II
Kelurahan Sukarame Kecamatan Sukarame
Kota Bandar Lampung, Kode Pos 35131
Telepon: 085768486608 atau 082306831122
Email: airaatlantis@gmail.com
Website: airaatlantis.blogspot.com
BBM: 545CD29D

Cetakan Pertama, Juni 2015

Hak cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan
dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit.

Rabu, 27 Mei 2015

PENGUMUMAN JUARA 1, 2 DAN 3 DALAM EVENT PERDANA 2015 AIRA ATLANTIS PUBLISHING

PENGUMUMAN JUARA 1, 2 DAN 3 DALAM EVENT PERDANA 2015 AIRA ATLANTIS PUBLISHING UNTUK BUKU ANTOLOGI PUISI BERSAMA YANG BERJUDUL TRAGEDI CINTA AIRA ATLANTIS SEASON 2: TRILOGI PUISI “SEPENGGAL KENANGAN YANG HILANG” TANGGAL 23 APRIL – 24 MEI 2015.

Berdasarkan kesempurnaan rima, ketepatan tema, maupun keselarasan antar larik dan bait. Maka diputuskan bahwa:

1. BELENGGU RINDU karya Dewi Paramaswari (Dewy Rhama Sozza) sebagai Juara Pertama.
Berhak mendapatkan:
* 2 Buku Antologi Tunggal “Tragedi Cinta Aira Atlantis Season 1”,
* 1 Buku Terbit Antologi Bersama “Tragedi Cinta Aira Atlantis Season 2”,
* Sertifikat Cetak, dan
* Pulsa 25 ribu.


BELENGGU RINDU

Dan amarah kembali membuncah
Segumpal pembuluh rindu pecah
Heningnya hati seolah terusik
Sebab banyak hati menelisik


Gemuruh rasa, musnah tiada sisa
Sejatinya hati kerap dikalungi asa
Rautmu begitu sulit diremukkan
Meski banyak wajah coba gantikan


Tersentak ragaku mulai tersadar
Kidung asmara kian terdengar pudar
Sementara daku tetap mematung lesu
Menikmati rindu yang semakin palsu



Quatrain aabb Transenden (Sajak 4 Seuntai)

Riau, 20 Mei 2015



2. PENANTIAN HARAPKU Karya Nurmasari (Cahaya Magrib) sebagai Juara Kedua.
Berhak mendapatkan:
* 1 Buku Antologi Tunggal “Tragedi Cinta Aira Atlantis Season 1”,
* 1 Buku Terbit Antologi Bersama “Tragedi Cinta Aira Atlantis Season 2”,
* Sertifikat Cetak, dan
* Pulsa 20 ribu.


PENANTIAN HARAPKU

Titian harap diri terangkai rapi.
Hiasi kasih yang 'tak bertepi.
Meski dirimu belum jua mengerti.
Akan rasa yang penuhi hati.


Asmara yang meluap dalam raga.
Surut dihempas luka yang berjelaga.
Atas kepergianmu yang 'tak kukira.
Menuangkan perih, menorehkan setitik lara.


Ribuan mimpi 'tak lagi berpendar.
Tercabik rasa yang kian pudar.
Namun cinta tulusku tetap bersandar.
Menanti saat di mana engkau tersadar.



Quatrain Komposit (Sajak 4 Seuntai)

Serang, 10 Mei 2015.


3. TERBUAI karya Ivani Febiningtyas (Fivani Al-Wafa) sebagai Juara Ketiga.
Berhak mendapatkan:
* 1 Buku Antologi Tunggal “Tragedi Cinta Aira Atlantis Season 1”,
* Sertifikat Cetak, dan
* Pulsa 10 ribu.


TERBUAI

Jiwaku hilang separuh.
Dibuang raga di hulu rindu.
Sisanya kubiarkan luruh,
Pun leleh dalam bius windu.


Oh, wahai waktu!
Detikmu detakkan gelisah dalam kalbu.
Dulu aku satu,
Terbias dari hitam menjadi abu-abu.


Sembilu meregang sadar.
Menghanyutkan dalam buai dawai penantian.
Rindu-rindu, cinta terdedar,
Di atas puing-puing yang terserak kemudian.


Ah, ku ingat hikayat lama.
Yang kau bisikkan dengan rona.
Kini ia telah menjelma,
Tragedi luka tanpa makna.



Quatrain abab Transenden (Sajak 4 Seuntai)  

KotaPerwira, 10 Mei 2015


Nb: Kepada Juara Pertama, Kedua, dan Ketiga agar mengirimkan nomor telepon dan alamat lengkap beserta kode pos domisili saat ini via messenger, via BBM: 545CD29D, atau via email airaatlantis@gmail.com untuk pembagian reward pulsa dan untuk pengiriman reward buku gratis. Ongkir ditanggung penerbit.



Bandar Lampung, 27 Mei 2015

Tim Aira Atlantis Publishing.